Panen (lagi) Hasil Pembesaran Gurita di Desa Kampo-Kampo

02 Februari 2026
Kamila, S.Pd.SD
Dibaca 148 Kali
 Panen (lagi) Hasil Pembesaran Gurita di Desa Kampo-Kampo

Kelompok Nelayan Mbele-Mbele Desa Kampo-Kampo
Kecamatan Binongko

Wilayah pesisir Desa Kampo-Kampo, Kecamatan Binongko, merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, khususnya komoditas gurita yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan. Bagi nelayan setempat, gurita bukan sekadar hasil tangkapan, tetapi menjadi bagian penting dari denyut ekonomi keluarga dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab, nelayan di Desa Kampo-Kampo membentuk Kelompok Nelayan Mbele-Mbele sebagai wadah bersama untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga kelestarian sumber daya perikanan. Dalam perjalanannya, kelompok ini mendapat pendampingan aktif dari FONEB (Forum Nelayan Binongko) yang berperan dalam penguatan kapasitas nelayan, pencatatan hasil tangkapan, serta penerapan praktik perikanan yang berkelanjutan.

Melalui pendampingan FONEB, kegiatan penangkapan gurita yang dilakukan oleh Kelompok Nelayan Mbele-Mbele tidak lagi berjalan secara individual, melainkan lebih terarah dan terorganisir. Nelayan mulai terbiasa melakukan pencatatan hasil tangkapan, menghitung upaya penangkapan, serta memahami pentingnya menjaga ukuran dan musim tangkap demi keberlanjutan stok gurita di perairan sekitar Desa Kampo-Kampo.

Selama kurun waktu satu tahun, Kelompok Nelayan Mbele-Mbele Desa Kampo-Kampo, Kecamatan Binongko, secara aktif melaksanakan kegiatan penangkapan gurita sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Kegiatan ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan sumber daya laut serta kearifan lokal yang telah lama diterapkan oleh nelayan setempat.

Berdasarkan hasil pencatatan dan pemantauan kegiatan, total hasil tangkapan gurita yang berhasil didaratkan selama satu tahun mencapai 1.484 kilogram. Rata-rata hasil tangkapan per upaya penangkapan (CPUE) tercatat sebesar 3 kilogram per trip, yang menunjukkan produktivitas nelayan dalam memanfaatkan sumber daya gurita secara konsisten.

Dari sisi ekonomi, kegiatan penangkapan gurita memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan nelayan. Total pendapatan yang dihasilkan selama satu tahun mencapai Rp46.520.800, dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp88.323 per trip. Pendapatan ini menjadi sumber penghidupan penting bagi nelayan serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Desa Kampo-Kampo.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penangkapan gurita melibatkan 81 orang nelayan yang tercatat aktif, dengan dukungan 3 orang pembeli tetap yang menampung hasil tangkapan nelayan. Jenis tangkapan yang diperoleh didominasi oleh 1 spesies gurita (1 famili), dengan rata-rata 37% hasil tangkapan merupakan gurita dewasa, yang menunjukkan adanya upaya tidak langsung dalam menjaga keberlanjutan stok gurita di perairan sekitar.

Secara keseluruhan, kegiatan penangkapan gurita oleh Kelompok Nelayan Mbele-Mbele selama satu tahun berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif baik dari aspek ekonomi maupun pengelolaan sumber daya perikanan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kapasitas nelayan, serta dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait guna menjamin keberlanjutan usaha perikanan gurita di Desa Kampo-Kampo, Kecamatan Binongko.

Kegiatan penangkapan gurita yang dilaksanakan oleh Kelompok Nelayan Mbele-Mbele Desa Kampo-Kampo selama satu tahun mendapat dukungan dan tanggapan positif dari berbagai pemangku kepentingan desa, mulai dari Pemerintah Desa, pengurus kelompok nelayan, hingga tokoh adat setempat. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Pj.Kepala Desa Kampo-Kampo, Ridwan, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kelompok Nelayan Mbele-Mbele yang dinilai telah mampu mengelola kegiatan penangkapan gurita secara terorganisir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan total hasil tangkapan mencapai 1.484 kilogram dan pendapatan sebesar Rp46.520.800 selama satu tahun, kegiatan ini menunjukkan potensi besar sektor perikanan gurita sebagai penggerak ekonomi desa. Pemerintah Desa memandang kegiatan ini sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui kebijakan desa, penguatan kelembagaan, serta mendorong kolaborasi dengan pihak terkait demi keberlanjutan usaha nelayan.

Dari sisi kelompok, Ketua Kelompok Nelayan Mbele-Mbele, Sartono, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota kelompok yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan. Kegiatan penangkapan gurita dilaksanakan dengan memperhatikan musim, ukuran tangkapan, serta kesepakatan kelompok yang sejalan dengan praktik perikanan berkelanjutan. Rata-rata hasil tangkapan sebesar 3 kilogram per trip dan rata-rata pendapatan Rp88.323 per trip memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga nelayan. Kelompok nelayan juga terus berupaya menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperkuat kemitraan pemasaran agar nilai jual gurita dapat semakin meningkat.

Secara keseluruhan, kegiatan penangkapan gurita yang dilaksanakan oleh Kelompok Nelayan Mbele-Mbele Desa Kampo-Kampo merupakan contoh praktik perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, adat, dan keberlanjutan sumber daya laut. Dukungan Pemerintah Desa, komitmen kelompok nelayan, serta peran tokoh adat menjadi fondasi penting dalam memastikan kegiatan ini terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat nelayan Desa Kampo-Kampo, Kecamatan Binongko.